P3TeK KEBTKE “Goes to Campus” UMRAH

Pemanfaatan energi baru terbarukan semakin dirasakan penting untuk dapat dimanfaatkan. Matahari, angin dan aliran sungai yang tersedia disekeliling kita dengan gratis, rasanya sungguh sayang bila tidak dimanfaatkan untuk menjadi energi. Belum lagi harga minyak mentah yang mulai merangkak naik, yang secara langsung menekan daya beli masyarakat.

Ditengah permasalahan tersebut, Puslitbangtek KEBTKE membantu pemerintah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang tengah dilakukan, kepada lingkungan akademis. Acara “P3TeK KEBTKE Goes to Campus” yang baru pertama kali dilaksanakan, dilaksanakan dalam bentuk kuliah umum kepada mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik.

foto 1

Dalam sambutannya, rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Syafsir Akhlus menyampaikan bahwa kampus UMRAH mendukung pemanfaatan energi terbarukan dengan menyediakan peralatan untuk pengkajian energi baru terbarukan, mulai dari energi surya, energi angin, mikrohidro, tidal dan ombak. Dengan tersedianya peralatan tersebut, diharapkan lulusan UMRAH terutama mahasiswa jurusan Teknik Elektro dapat mengoperasikan peralatan tersebut.

Sebagai negara maritim atau kepulauan, pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber pembangkit listrik adalah pilihan yang paling tepat. Karena bila menggunakan pembangkit listrik dengan bahan bakar diesel, harga mesin diesel terjangkau tetapi harga bahan bakar yang harus dikirim ke pulau-pulau, membuat harga listrik menjadi mahal. Bila konsep pada level nasional adalah bbm satu harga, maka pada daerah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau ini, lebih tepat bila tujuannya adalah energi satu harga, demikian disampaikan Syafsir Akhlus dalam sambutannya.

foto 2

Rektor UMRAH mengajak para mahasiswa untuk memperdalam ilmu di bidang energi terbarukan, mahasiswa diharapkan menjadi operator peralatan energi terbarukan di pulau-pulau sekitar. Dengan tersedianya listrik yang stabil di pulau-pulau akan membantu nelayan dalam penyediakan cold storage untuk penampungan hasil tangkapan nelayan. Dengan tersedianya cold storage yang tersupply oleh listrik yang stabil diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nelayan dan lebih lanjut lagi adalah mendorong industri perikanan dikawasan tersebut.  

Pelaksanaan “P3TeK Goes To Campus UMRAH” disampaikan dalam bentuk kuliah umum kepada kurang lebih 100 orang mahasiswa Fakultas Teknik. Pada kesempatan ini, dua orang peneliti P3TeK KEBTKE memberikan presentasi, yaitu Dian Galuh Cendrawati, S.T., M.Sc menyampaikan kuliah umum dengan judul “Peta Potensi Energi Angin di Indonesia” dan Errie Kusriadie, S.T.,M.T menyampaikan kuliah umum dengan judul “Peta Potensi Energi Surya di Indonesia”.

foto 3

Dalam paparannya, Dian Galuh menjelaskan bahwa peta potensi energi angin yang dibuat pada tahun 2016 merupakan down scalling data dari FNL resolusi 5 km x 5 km, pada kurun waktu 2001 sd 2016 di wilayah kajian Indonesia. Kemudian dibuat menggunakan pemodelan data satelit yang dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. Verifikasi lapangan yang dilakukan oleh P3TeK KEBTKE didapat dari data pengukuran potensi angin. Pengukuran kecepatan angina dilakukan di tiga titik ketinggian yaitu 10m, 30m dan 50m serta arah angina di ketinggian 30m.

Potensi energi angin Indonesia untuk daerah dengan kec. angin > 6m/s adalah 30.779 MW dan untuk daerah dengan kec. angin 4-6 m/s adalah 113.543 MW (dengan asumsi yang telah ditetapkan).

foto 4

Dalam paparannya, Eri Kusriadi menyampaikan bahwa pembuatan peta potensi energi surya di Indonesia bertujuan untuk menyediakan data peta radiasi energi surya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk membantu instansi/stakeholder yang ingin mengembangkan pemanfaatan energi surya. Adapun pengukuran dilakukan dengan memasang pyranometer di beberapa lokasi target selama 12 bulan. Dari hasil pengukuran, potensi secara teknis dari energi surya di Indonesia adalah 532.579MW.

Penelitian kedepannya akan mengembangkan verifikasi menggunakan data pembanding dengan tingkat kepercayaan paling tinggi atau data primer yakni data observasi langsung dari stasiun pengamatan, demikian disampaikan oleh Eri mengakhiri kuliah umumnya.(RM)