Sosialisasi dan Penjaringan Peserta Penghargaan Energi 2017 di Yogyakarta

Penghargaan Energi adalah penghargaan di bidang energy yang diberikan kepada Pemangku Kepentingan yang berjasa luar biasa melakukan kegiatan usaha pengembangan, penyediaan, dan pemanfaatan energi dengan prinsip Konservasi Energi dan/atau Diversifikasi Energi melalui kebijakan/regulasi, kegiatan, dan/atau produk nyata secara fisik sebagai hasil inovasi dan pengembangan teknologi baru yang berdampak besar terhadap pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, peran dan kinerja sector energi dan sumber daya mineral, dan/atau bangsa dan Negara, dan berkaitan dengan hal tersebut dilaksanakan rangkaiankegiatan sosialisasi dan penjaringan calon penerima penghargaan energi di berbagai daerah.

Salah satu lokasi sosialisasi dan penjaringan calon penerima pengahraan energi adalah DIY Yogyakarta. Setelah melakukan koordinasi dengan Bp. Edi Indrajaya, Kepala Bidang ESDM Dinas PUPR-ESDM Provinsi D.I. Yogyakarta, penjaringan peserta dilakukan di Perusahaan Madu Baru Bantul Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, dan Kelompok Masyarakat Go Green.

PT. Madu Baru Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama PT. Madukismo merupakan salah satu holding Company Rajawali Nusantara Indonesia yang mempunyai produk gula, ethanol teknis, spiritus, Ethanol FGE, dan Kompor Ethanol. PT Madu Baru juga memproduksi listrik dari Baggase dengan kapasitas 3.6 MW.

   

>UPN Yogyakarta merupakan universitas negeri di Yogyakarta yang berperan secara aktif dalam pengembangan BBN di Yogyakarta seperti pengembangan kebun energi di sleman dan bantul, pengembangan pilot plant bioethanol, pengembangan mobile biodiesel, dan pengembangan biogas skala komunal (70 ekor sapi).

Kelompok Masyarakat Go Green menggerakkan masyarakat Yogyakarta dalam menggunakan berbagai sumber energi terbarukan seperti pengembangan biogas skala rumah tangga dan komunal, pengembangan PLTS, penyediaan bibit BBN, dan PLTMH.

Ketiga calon peserta penghargaan energi tersebut berkomitmen mengisi dan mengirimkan formulir Penghargaan energi kategori prakarsa kelompok masyarakat dan pratama selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2017. (LYP)