Biomassa

Biomassa adalah produk fotosintesa yang menyerap energi matahari dan mengkonversi karbon dioksida dengan air menjadi senyawa karbon, hidrogen dan oksigen. Biomassa merupakan bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar setelah diolah terlebih dahulu melalui serangkaian proses yang dikenal sebagai konversi Biomassa. Umumnya energi Biomassa selain merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk diolah menghasilkan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau biofuel, juga mencakup materi tumbuhan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi.

Ada beberapa proses konversi biomassa. Proses konversi yang sederhana adalah dengan mengubah biomassa menjadi briket sehingga mudah disimpan, diangkut, dan mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam. Jenis konversi lain adalah mengubah biomassa melalui proses kimia dan fisika seperti anaerobic digestion (peruraian tanpa bantuan oksigen) yang menghasilkan gas metana. Pirolisis, gasifikasi dan karbonisasi (dekomposisi menggunakan panas) yang menghasilkan produk bahan bakar padat berupa karbon dan produk lain berupa karbon dioksida dan metana. Pengkonversian menjadi bahan bakar cair dapat dilakukan dengan cara kimia esterifikasi (biodiesel) dan secara fermentasi (bioethanol).

Biofuel sebagai bagian dari energi terbarukan ditargetkan mencapai 5% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025, sementara kelompok energi terbarukan tersebut menyumbang 17% pemenuhan kebutuhan energi nasional. Dalam road map pengembangan bio fuel pangsa bio fuel dalam bauran energi nasional tahun 2005-2010 mencapai 2% setara 5.29 juta Kilo liter (KL), tahun 2011-2015 mencapai 3% setara 9.84 juta KL, dan tahun 2016-2025 mencapai 5% setara 22.26 juta KL. Esterifikasi bahan nabati menjadi biodiesel merupakan proses yang paling banyak digunakan dalam pemenuhan target ini, sedangkan Bioetanol berperan dalam mensubtitusi BBM fosil sebagai bahan bakar kendaraan.