Biogas

Mikroorganisme mampu mengubah biomassa menjadi bentuk lain selama dalam aktivitas metaboliknya. Biogas merupakan salah satu bentuk produk samping metabolisme mikroorganisme dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Bahan baku biomassa yang potensial untuk dikonversi menjadi biogas adalah yang mempunyai kadar air tinggi, seperti: limbah cair pabrik pengolahan kelapa sawit, limbah cair pabrik tepung tapioka, kotoran ternak, dll.

 

Biogas yang dihasilkan oleh mikroorganisme merupakan campuran gas yang terdiri atas, metana (CH4), karbon dioksida, hidrogen, nitrogen dan gas lain seperti H2S. Jumlah metana dalam biogas antara 54 – 70 persen dan karbon dioksida antara 27 – 43 persen, gas-gas lainnya memiliki persentase kecil. Tingkat metana dalam biogas menentukan seberapa besar nilai kalor biogas (nilai kalor metana: 590 – 700 K.cal/m3). Saat ini, biogas telah banyak digunakan sebagai substitusi minyak tanah untuk memasak dan untuk pembangkitan listrik skala kecil. Energi yang terkandung dalam biogas tidak kalah dengan bahan bakar gas yang diperoleh dari sumber lainnya. Sebagai perbandingan, coalgas dan watergas masing-masing memiliki kalor spesifik 586 K.cal/m3 dan (302 K.cal/m3). Meskipun demikian, nilai kalor biogas masih di bawah gas alam (967 K.cal/m3).