Laboratorium Kimia

Laboratorium Kimia

Laboratorium Kimia Puslitbang Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi terbentuk pada tahun 2002, seiring dengan terbentuknya P3TKEBTKE. Laboratorium kimia merupakan tempat riset ilmiah yang menyediakan sarana dan prasarana penting untuk menunjang penelitian  di bidang Energi Baru Terbarukan di Puslitbang Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE). 


IMG 8384


Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh laboratorium kimia adalah  penelitian mikro algae, analisa kualitas air, pembuatan MEA, penelitian sampah kota, penelitian Bio FGD dll. Untuk dapat melaksanakan peranan diatas, laboratorium kimia dilengkapi dengan peralatan dibawah ini:

  1. AAS merupakan suatu alat yang untuk menganalisis kandungan logam dengan menggunakan metode nyala atau serapan atom.
  2. GC merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui sampel gas.
  3. Spektrophotometer merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis kandungan logam/senyawa dalam sampel dengan metode pewarnaan
  4. COD reaktor merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis kandungan oksigen dalam air
  5. Timbangan merupakan alat yang digunakan untuk menimbang sampel.
  6. Destilasi unit merupakan alat yang digunakan untuk membuat air destilasi yang bebas logam dan materi organik.
  7. Lemari asam merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan atau mencampur bahan-bahan kimia yang beracun dan berbahaya.
  8. Inkubator adalah lat yang digunakan untuk mengkondisikan lingkungan tempat perkembang biakan mikroba.
  9. pH meter merupakan alat untuk mengukur tingkat keasaman
  10. Hot plate merupakan alat pemanas
  11. Centrifuge merupakan alat yang digunakan untuk mencampur atau memisahkan padatan terlarut berukuran kecil dari larutan induk
  12. Desikator merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan bahan higrokopis agar terhindar dari penyerapan air dari udara ke bahan
  13. Oven adalah alat yang digunakan stelilisasi atau membuat atmosfer sekitar bahan menjadi tinggi
  14. Rotary evaporator adalah alat pendidih untuk memisahkan contoh yang mempunyai titik didih rendah.
  15. Water bath merupakan alat yang digunakan untuk mengkondisikan sampel dalam tabung reaksi sesuai suhu yang dikehendaki
  16. Filter holder adalah alat yang digunakan untuk menyaring contoh dengan bantuan pompa vakuum
  17. Magnetik stirrer merupakan alat yang digunakan untuk mengaduk/mencampur dengan menggunakan strirrer
  18. Shaker Orbital merupakan alat untuk mengaduk/menghomogenkan sampel
  19. Mikroskop merupakan alat untuk melihat objek yang terlalu kecil, yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
  20. Furnace merupakan alat pemanas dengan range temperatur lebih tinggi dari oven
  21. Hidrometer merupakan alat untuk mengukur densitas larutan.

 

Analisa COD

Analisa COD dengan cara tertutup ini dengan menggunakan alat COD reaktor dan pembacaannya dengan menggunakan spektrofotometer.

Cara Kerja

  1. Mengambil aquadest sebanyak 2 miiliter kemudian masukkan ke dalam kuvet yang berisi reagent K2Cr2O7.
  2. Mengambil 2 mililiter sampel dengan menggunakan pipet kemudian masukkan kedalam kuvet yang berisi reagent K2Cr2O7 .
  3. Memanaskan kedua kuvet tadi ke COD reaktor dengan suhu 1500C selama 2 jam, dimana sebelum memanaskannya tidak lupa untuk mengocok masing-masing tabung.
  4. Setelah itu mendinginkannya selama 15 menit, kemudian melakukan pembacaan besarnya COD sampel dilakukan di Spektrofotometer HACH.

 

Mikroskop


LAB-KIM-040 MIKROSKOP L2000A


Adalah alat yang digunakan untuk melihat objek kecil, yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, misalnya mikro algae.

Mikro algae  yang akan diamati diteteskan diatas object glass,  dan menutupnya dengan mikroskop cover glass. Atur posisi object glasssehingga object yang akan diamati berada pada lapangan pandang.

Jepit object glass dengan penjepit yang terletak di atas meja object. Kemudian menyambungkan mikroskop ke sumber tegangan dan atur pencahayaannya.

Untuk dapat melihat object melalui mikroskop gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa.

Setelah object tterlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik-turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa.

 

AAS (Atomic Absorption  Spectrophotometer)


LAB-KIM-016 AAS-VARIAN 3800


Kegunaan dari AAS adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sample (Hg, Se, As, Al, Cu, Cr, Si, Sn, Fe, Na, Cd, Pb, Zn, Mn, Ba, Ni, Co, Sb, Bi, Te, Mg).

Sebelum dipergunakan untuk mengukur kandungan sampel, sebaiknya AAS dinyalakan 10-15 menit sebelum pemakaian.

Masukkan larutan standar logam tertentu ke dalam tabung reaksi besar, misalnya untuk mengukur Cu dalam air maka menggunakan larutan standar Cu dengan deret  standar 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm, 7 ppm dan 9 ppm.

Masukkan sampel yang akan diukur kandungan logamnya dengan menggunakan tabung reaksi kecil.

Untuk mengetahui kandungan Cu dalam sampel, maka harus menggunakan lampu Cu.

Atur methode pengukuran di komputer yang tersedia. Untuk mengukur sampel yang banyak dapat menggunakan SPS dan pengaturan otomatis sehingga pada saat pengukuran bisa ditinggal-tinggal. Sedangkan untuk sampel sedikit, lebih fleksibel menggunakan pengaturan manual, sehingga selama pengukuran membutuhkan kinerja teknisi dan tidak bisa ditinggal-tinggal.