Berita

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Yunus Saefulhak menjelaskan, pengelolaan PLTMH Melong ditargetkan memberikan tambahan pemasukan bagi P3TKEBTKE Rp. 400 Juta.

Hal ini disampaikan Yunus saat meninjau PLTMH Melong dan PLTS Solar Tracker di Subang, Jawa Barat. PLTMH Melong memiliki kapasitas terpasang 100 kW dengan daya mampu 80 kW. Pembangkit yang  memanfaatkan air dari saluran air irigasi yang dikelola Perum Jasa Tirta II Subang.  Listrik yang dihasilkan disalurkan (on-grid) ke sistem jaringan PLN dengan harga jual listrik Sebesar Rp. 520,-/kWh.


Menurut Yunus, “Pendapatan tersebut belum memadai untuk menutup biaya operasional pembangkit, yang rata-rata mencapai Rp. 196.000.000,-/tahun”.


Perubahan status P3TKEBTKE menjadi Badan Layanan Umum (BLU) P3TKEBKTKE turut merubah pengelolaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Melong. Sebagai Badan Layanan Umum, P3TKEBTKE mengelola PLTMH Melong dengan mengutamakan prinsip pelayanan, namun juga harus mempertimbangkan agar tidak terbebani biaya operasional.  Agar PLTMH Melong dapat beroperasi secara mandiri, maka skema kontrak jual beli langsung antara BLU P3TKEBTKE dengan PT. PLN (Persero) juga perlu diperbaharui.

Share: